Postingan

Hari ke-15

Halo! saya kembali. Bismillah Maaf saya kembali hanya pada saat saya membutuhkan ruang untuk menumpahkan apa yang saya pikirkan dan rasakan.  Kali ini saya kembali karena memiliki gunungan rasa rindu kepada seseorang. Saya ngga pernah mengira sebelumnya kalau berpisah dengan seseorang ini akan begitu menyiksa. Kerinduan ini lebih menyiksa dibanding kerepotan yang kualami selama solo-parenting dan mengerjakan semua pekerjaan rumah. Saya ngga pernah menyangka bahwa segala hal mengesalkan yang terjadi di keseharian masih tidak apa-apa dibanding harus berpisah dengannya. Tentu Allah sudah menyiapkan skenario ini sejak lama agar kami belajar banyak hal. Berpisah sementara memberi kami arti kehadiran yang utuh; betapa berbalas senyum tanpa sekat layar, berbicara tanpa durasi waktu, dan banyak lainnya adalah sebuah nikmat.  Semoga Allah mudahkan bagi kami menjalani hari-hari tanpa bersisian ini,  Allah beri kami ketenangan dalam kesunyian malam dan keramaian siang,  Allah t...

Medical Kdrama will always makes me in another level of EVERYTHING *cry*

huft,,, ini harus segera dituangkan ditumpahkan! OKE LANJUT. Bismillah. ========= Sejak mulai mengenal tontonan series/drama, yakni tahun 2009 kala itu masih 9 SMP hingga kini 2025 sudah punya anak umur 5 tahun. Dalam kurun waktu 16 tahun tersebut, terhitung tidak lebih dari 15 judul Korean Drama, atau familiar disebut Drakor. seingat saya memang tidak lebih dari 15. Atau mari kita coba hitung ya (tidak berurut tahun rilisnya) 1. tentu saja, FULL HOUSE! (2004) 2. Princess Hours (2006) 3. Boys Over Flower (2009) 4. Fated To Love You (2014) 5. The King 2 Hearts (2012) 6. My Love From The Star (2013) 7. DOTS (2016) 8. CLOY (2019) 9. Welcome To Waikiki S1 (2018) 10. Hospital Playlist S1 (2020) 11. Hosital Playlist S2 (2021) 12. Because This Is My First Life (2017) 13. TERBARU: The Trauma Code (2025) 14. TERBARU PULA: DR. ROMANTIC TEACHER KIM S1 (2016) See? cakrawala per-drakoran saya ngga luas pemirsa. Yang tidak sampai tamat: 1. Hometown chachacha (2021) (2 atau 3 epsiode terakhir ngga ke...

Mengelola rasa kecewa

Tak ada manusia yang luput dari rasa kecewa. Pilihannya bukan antara ia dikecewakan atau mengecewakan. Tapi keduanya. Kita akan mengalami keduanya selagi kita masih bernafas. Kita hari ini dikecewakan, belum lama mengecewakan. Ngga percaya? Coba tanya pada manusia paling jujur, anak belum baligh kita. Ia kerap kecewa oleh sikap kita si manusia dewasa. tapi tak tau itu kecewa, yang ia tau hanya perasaan sedih, marah, senang, dan takut.  Kasian ya? Ga apa, spektrum emosi mereka memang baru sedikit. Lambat laun mereka paham yang dulu itu adalah kecewa. Dan sudah lewat. Sebaiknya, sebelum ia mengenang itu sebagai kekecewaan, maaf kita sudah disampaikan. Beda perkara dengan --mudahnya yg terlintas, pengkhianatan. Ada yang sampai akhir hayatnya tak pernah mengalami salah satunya, atau bahkan keduanya. Hal yg bisa saja terjadi, dan banyak terjadi. Sedangkan kecewa; ia rasanya melekat pada ruh manusia. Mengalir di darah hangat manusia. Ia saudara kandung dari rasa harap dan ekspektasi. Jug...

8 to infinity

Inspirasi. satu kata yang bisa didapat dari mana saja, dari mendengar, melihat, merasa, mengecap, sampai menjejak.  Kali ini saya mendapat inspirasi dari melihat, tepatnya membaca kembali tulisan-tulisan seseorang. Tulisan usang, berjarak tahunan dari saat ini.  Meski usang --tersebab tak ada lagi tulisan terbarunya, namun tulisan-tulisan tersebut terasa masih hangat, seperti pemiliknya sedang bercerita langsung di hadapan saya Tulisannya ber-nas, baik secara keilmuan maupun secara kesasteraan. Ia terbagi dalam beberapa kategori, mungkin disesuaikan dengan suasana hati penulisnya. Yang jelas, saat membacanya seperti tenggelam menjadi bagian dari cerita. Seusai membaca, selalu ada rasa ingin segera menuang isi kepala. Jika itu tulisan seruan, ia seolah mengajak untuk bergerak. S eperti saat ini yang saya lakukan. Jika jatuh cinta pada tulisannya membuat kaya raya, mungkin saya sudah tidak perlu berkerja. Sedikit memberimu bayangan bagaimana semua bermula.. Saya mengenalnya suda...

sweet 6

Bismillah tulisan kali ini terlahir bersamaan dengan menginjak usia pernikahan ke 6 tahun, wohooooo seru banget, jen! Sebelumnya ngga pernah menyangka bahwa saya akan menikahi tokoh fiksi yang hanya dalam bayangan; laki-laki Muslim taat, bukan perokok, berpendidikan. Ternyata tokoh fiksi saya cuma berkarakter tiga utama itu aja. lho. ga neko-neko, tapi ternyata untuk zaman sekarang ya jadi penting banget banget. Rasanya sendi-sendi rumah tangga membutuhkan tiga hal itu yang kemudian turunannya juga ga kalah penting dan berpengaruh.  Alhamdulillah Allah bimbing saya untuk bertemu dengannya yang kini tengah mengemban amanah menjadi bapak dari dua orang anak laki-laki. Semoga Allah senantiasa membimbing kami terus dalam ketaatan dan keberkahan rumah tangga, terjaga hingga nanti bersama kembali di Surga.. Aamiin Saya tidak hendak menuliskan kelebihannya yang mungkin akan membuat berkurangnya syukur seorang istri lain terhadap suaminya saat bertemu tulisan ini, tapi juga tidak hendak me...