Medical Kdrama will always makes me in another level of EVERYTHING *cry*

huft,,,
ini harus segera dituangkan ditumpahkan!

OKE LANJUT.

Bismillah.

=========

Sejak mulai mengenal tontonan series/drama, yakni tahun 2009 kala itu masih 9 SMP hingga kini 2025 sudah punya anak umur 5 tahun.

Dalam kurun waktu 16 tahun tersebut, terhitung tidak lebih dari 15 judul Korean Drama, atau familiar disebut Drakor. seingat saya memang tidak lebih dari 15. Atau mari kita coba hitung ya (tidak berurut tahun rilisnya)
1. tentu saja, FULL HOUSE! (2004)
2. Princess Hours (2006)
3. Boys Over Flower (2009)
4. Fated To Love You (2014)
5. The King 2 Hearts (2012)
6. My Love From The Star (2013)
7. DOTS (2016)
8. CLOY (2019)
9. Welcome To Waikiki S1 (2018)
10. Hospital Playlist S1 (2020)
11. Hosital Playlist S2 (2021)
12. Because This Is My First Life (2017)
13. TERBARU: The Trauma Code (2025)
14. TERBARU PULA: DR. ROMANTIC TEACHER KIM S1 (2016)

See? cakrawala per-drakoran saya ngga luas pemirsa.

Yang tidak sampai tamat:
1. Hometown chachacha (2021) (2 atau 3 epsiode terakhir ngga kelar) 
2. Start Up (2021) (hanya sampai sekian eps)
3. Love Next Door (2024) (hanya sampai 8 eps)

Jika diingat-ingat, saya banyak menonton drakor saat masih kuliah di tingkat awal, sekitaran tahun 2013-2014. Seterusnya mungkin dalam setahun hanya ada satu judul drakor yang saya tonton. 

Bukan tanpa sebab saya ngga banyak nonton drakor, walau saya tau drakor sebagus itu baik dari kualitas castnya, eksekusi, sampai isi/pesan moralnya, saya memilih untuk tidak mengikuti arus per-drakoran karena saya khawatir menontonnya dapat menyita waktu saya :(
Yang paling menarik minat saya adalah saya suka banget narasi atau dialog yang ada dalam drakor, jarang saya temukan dalam sinetron atau bahkan film lokal. Mereka itu kaya akan ungkapan, ekspresi,  pendalaman materi/suatu topik baik yang tabu maupun common sense, sampai penyampaian sebuah value hidup. Sungguh saya suka momen di mana saat menonton takjub dengan hal ini. Belum lagi hal detil lainnya. ah sudahlah..

======

Sekian prolognya😌
Mari lanjut masuk ke Medical Drakor sesuai dengan judul postingan ini.


Ya Allah..
Bagaimana ini mengungkapkannya untuk hal duniawi macam ini hiks😢

Jadi di judul saya katakan genre medical Kdrama selalu membuat saya merasakan hal yang --saya sendiri bingung apa, yang jelas baik saat menonton maupun setelah tamat menonton, ada dorongan atau gelora dalam diri yang kuat untuk bergerak lebih baik, ya, kayaknya itu.

Pertama, saya merasa dalam tiga judul drakor medis yang sudah saya tonton, penggabaran tokoh seorang dokter itu penuh dengan kegigihan dalam belajar dan bekerja. 
Saya ngga bilang mereka keren banget atau paling keren dari semua profesi yang ada di dunia ini, karena buat saya profesi apapun kalau kita gambarkan tokoh tersebut gigih dan passionate, akan terlihat keren sekali di mata penonton.
Tapi berbeda dengan penggambaran seorang dokter di drakor.
mereka... terlihat beda. mereka berkata lebih banyak dengan tangan dan kaki mereka dibanding dengan mulut. 

Saya dapat katakan, momen saya menyesal karena tidak bersungguh-sungguh atau keras kepala dalam belajar saat SMP adalah tatkala saya menonton medical drakor. 
Ya Allah.
kenapa dalam kepala remaja saya dulu tidak terpikirkan untuk menaklukan Matematika dan IPA. Kenapa saya bisa dikatakan berjuang hanya sampai lewat KKM saja?
Kenapa saya ngga kepikiran untuk pintar dalam bidang tersebut dan memelihara cita-cita menjadi dok....ter.

wkwkwk

Tapi ya Allah wid, teman-temanmu aja yang dulunya amat pintar dan bercita-cita ingin jadi dokter, telah tertampar realita bahwa tidak semua yang pintar bisa masuk Kedokteran. Aku jelas mengingat baik teman-temanku siapa saja yang dulu ingin masuk FK dan berapa kini yang benar masuk FK dan telah jadi dokter sungguhan.
Adalah mereka yang pintar dan beruntung dalam takdir mengejar cita-cita. Ya, beruntung. Tidak semua orang pintar beruntung. Tidak semua orang baik beruntung. Dan masih banyak lagi.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAO, apa sih TAO?

jikoshoukai die Bekanntschaft

Teruntuk adik-adik 2016