Membereskan yang terserak
Bismillah..
Bumi Allah pukul 05:59 WIB
Setelah menyelesaikan beberapa lembar dari surah Al Kahfi di jumat pagi ini, kuputuskan untuk membereskan yang terserak. Sayangnya bukan cucian bersih dari keranjang yg harusnya segera kulipat rapih, melainkan pikiran-pikiranku yg terserak selama ini.
Kenapa ngga pernah diberesin, sih?
Bukannya ngga pernah ya.. tapi memang ngga bisa selalu ada waktu untuk "beresinnya". Apa pasal?
Karena pada saat kamu memutuskan berumah tangga dan memiliki anak (-anak) maka semua tentangmu akan berkurang sekian persen. Maka beberapa hal tentangmu juga luput diperhatikan. Sesuatu yang buruk? Ngga juga ya..
Positifnya hidup bukan selalu berpusat padamu jadi ya ngga mudah memikirkan hal-hal remeh yang ga sesuai lah.
Negatifnya mungkin seperti yang sekarang aku alami. Pikiran kurang tertata. Pada porsi yang wajar tentunya, ya..
Tinggal itu hal negatifnya kucari jalan keluarnya.
Dengan pillow talk dengan suami?
Tentu. Namun ini ngga begitu mulus setiap malam. Karena ngga setiap malam jg berakhir sesuai rencana ideal pasutri anyar (bobo pelukan berdampingan dst)
Sejak ada dua anak dan keduanya masih sangat perlu jiwa dan raga saya dalam proses tidurnya, maka jiwa dan raga saya pula turut bersama mereka sampai mereka terlelap. Seringnya saya ikutan terlelap juga haha
Kadang-kadang terbangun lagi dan pindah posisi dekat suami.
Rencana kedua, biasanya setelah anak tertidur dan saya ngga ngantuk atau ngga ngantuk-ngantuk amat, saya mengerjakan hal lain di luar kamar bersama suami. Misalnya nonton film sambil melipat pakaian. Atau ya hanya menonton saja sambil ngemil. Atau kalau rajin ya beberes rumah yang masih berantakan.
Rencana ketiga, kalau tidak dengan aktivitaa di luar kamar ya berarti di dalam kamar aja. Nah ini baru kami pakai untuk pillow talk. (Eh, rencana kedua juga biasa juga sih diakhiri dengan pillow talk --kalau ngga kemalaman.)
Kebayang kan kesempatan untuk pillow talk ngga terjadi setiap malam. Peluangnya ngga begitu besar. Sedangkan pikiran emak-emak terus dan terus bercabang. Walau bukan selalu hal privat yang hanya bisa dibicarakan oleh suami, pikiran-pikiran ini bisa berupa apa saja lho..tapi memang mau memaksakan pillow talk ini menjadi kewajiban di pentutup hari juga sulit ya. Jadi paling dimanfaatkan disela2 waktu bersama, dimananpun itu ada kesempatannya.
Tapiii memang waktu yang tersedia tidak sebanyak pikiran yang bercabang hahaha
Jadi kuputuskan beberapa hal yang sifatnya tidak privat dan sangat umum, kubereskan melalui tulisan. Semoga ini bisa membantu yang berserakan di kepalaku, di pikiranku, terlebih di hatiku..
Oh iyaa.. kuputuskan juga sharingnya melalui media blog ini, tidak twitter atau instagram. (Paling tidak saat ini)
Meski saya menyukai sharing di dua kanal tsb, tapi rasanya saya kurang leluasa ya.. karena cukup jadi spotlight di ig story tuh.. dan saya kayaknya belum siap.. (Yang udah2 memang tiap ngebahas suatu hal yg intens engagementnya itu selalu baik..) Padahal bisa jadi manfaatnya lebih luas ya.. huhu
Yaudah barangkali nanti berubah pikiran, nggapapa.
Jadi, boleh ya saya disini membereskan pikiran-pikiran saya yang tak sempat jadi sebuah ucapan di tempat saya berpijak.
Selamat pagi dan Jumat mubarak!
06:29 WIB
Komentar
Posting Komentar
Silakan berkomentar :)