Tak berlebih tapi tak pernah habis
Apa kabarmu?
Bagaimana dirimu kini di sana?
Bagaimana dirimu kini di sana?
Rangkaian kata terlalu banyak dikepalaku, namun tercekat di kerongkongan dan jariku.
Hey pemilik senyumku di 2010, di April 2010, ya April 2010 awal senyum itu mengembang karenamu, dan kadang hingga kini.. Desember 2014.
Hey, hampir 5 tahun kau menjadi bagian dari lahirnya senyumku.
Hampir 5 tahun dan rasanya, ku jamin, masih sama. bergetar, merasuk, dan tak pernah biasa.
Hey, Tere Liye menyuruhku untuk diam simpan dan berbenah diri saja, tak perlu bersusah payah memberikan 'makan' untuk rasa ku ini. Tak perlu di beri pupuk agar ia bertambah besar hingga ku meraung2 ingin terbalas, tapi diamkanlah saja, hingga 1, 2, 3, 4, 5 tahun dan tahun2 selanjutnya. lihat dan rasakan! Apakah rasa itu masih ada disana, kalau hilang bersyukurlah, karena aku tak tertipu oleh perasaan dan nafsuku.
Kalau masih ada, serahkanlah pada Allah.. Pemilik hatiku, hatimu, pemilik diriku, dirimu, pemilik takdirku dan takdirmu..
Kalau masih ada, serahkanlah pada Allah.. Pemilik hatiku, hatimu, pemilik diriku, dirimu, pemilik takdirku dan takdirmu..
Aku ikhlas tak memberi pupuk utk rasa itu agar jika kau bukan jawabanku, hatiku masih luang karna tak penuh oleh tentangmu saja.
Terlalu cepat meminta Allah untuk segera membuka tabir rahasia ini, kau dan aku memiliki banyak hal untuk diselesaikan. Biarlah ini begini apa adanya.
Seperti rasa ini, begitu apa adanya.
Tak berlebihan tapi tak pernah habis.
Seperti rasa ini, begitu apa adanya.
Tak berlebihan tapi tak pernah habis.
Hey, jadi bagaimana kabarmu?
Komentar
Posting Komentar
Silakan berkomentar :)