malam itu.. melihat ibuku tertidur... terlihat lelah..
Allah..
Aku ingin curhat..
Banyak.. Banyak sekali….
Tapi Allah..
Aku malu..
Aku sudah lama tak curhat dengan Engkau..
Kalau Engkau seorang manusia/teman pasti Engkau sudah tak ingin mendengarkan curhatku wahai Allah..
Karna seorang manusia pasti akan sangat kesal jika ia dibutuhkan hanya pada saat seseorang sedang susah atau bersedih saja, ketika senang bahagia seseorang itu lupa dengan temannya itu..
Iya kan, Allah?
Aku hanya butuh Engkau disaat aku sedang susah, bersedih, bermuram, buntu, tak tau dengan siapa lagi harus mengadu..
Tapi Allah..
Aku ingin curhat..
Banyak.. Banyak sekali….
Tapi Allah..
Aku malu..
Aku sudah lama tak curhat dengan Engkau..
Kalau Engkau seorang manusia/teman pasti Engkau sudah tak ingin mendengarkan curhatku wahai Allah..
Karna seorang manusia pasti akan sangat kesal jika ia dibutuhkan hanya pada saat seseorang sedang susah atau bersedih saja, ketika senang bahagia seseorang itu lupa dengan temannya itu..
Iya kan, Allah?
Aku hanya butuh Engkau disaat aku sedang susah, bersedih, bermuram, buntu, tak tau dengan siapa lagi harus mengadu..
Tapi Allah..
Engkau bukanlah manusia atau seorang teman, Engkau adalah pemilik sifat yang Maha Pemurah..
Engkau tak akan membenciku hanya karna aku sudah lama tak curhat..
Malah, Engkau akan tersenyum bahagia melihat aku kembali curhat kepada-Mu..
Ya, Engkau pasti dengan senang hati menyambutku, mendengarkan curhatku, menyimak dengan baik setiap kata yang terucap dari mulutku, tersenyum melihat butiran air mataku menetes..
Dan Engkau akan ‘mendekapku’ erat di sepertiga malam-Mu..
Bersama seluruh penduduk langit.. mereka turut melihat adegan nan syahdu itu..
Dan aku.. akan segera terhanyut dalam selimut kemurahaan-Mu..
Allah..
Aku pernah mendengar sebuah ayat, atau mungkin hadits, yang berkata, bahwa Engkau akan malu jika Engkau tak dapat mengabulkan do’a hamba-Mu yang berdo’a.. betulkah, Allah?
Allah.. aku tak bermaksud untuk ‘menagih’ janji –Mu itu..
Karna setiap janji-Mu adalah mutlak pasti benar adanya..
Allah..
Boleh aku pinta satu permintaan yang aku harapkan akan segera dan pasti Engkau kabulkan?
Ah Allah.. bodohnya aku.. Engkau Sang Pengabul do’a.. mengapa aku hanya meminta satu permintaan?
Tapi Allah jika seandainya ‘jatah’ pengabulan doaku memang hanya 1 saja dalam berjuta-juta pinta dan doaku..
Apakah aku boleh memilih yang mana yang ingin segera dan pasti Kau kabulkan?
Allah..
Masihkah Kau dengarkan curhatku?
Aku terbata dalam doaku..
Allah.. jadikanlah tiap air mata yang menetes ini sebagai pelebur dosaku..
Allah..
Allah..
Aku terbata untuk mengucapkan satu pintaku ini..
Allah.. Allah.. Allah..
Allah..
Tolong.. curahkanlah.. selalu.. kasih sayang-Mu, kecintaan-Mu.. untuk..
Ibuku..
Ibuku..
Ibuku..
Allah.. sungguh.. berikanlah ia kesabaran tanpa batas..
Kuatkanlah hatinya.. teguhkanlah ia ya Rabb…
Tuliskanlah namanya dalam ‘lembar catatan’-Mu sebagai calon penghuni syurga-Mu..
Tuliskanlah namanya dengan jelas, NURAINI..
Yang memiliki mata yang indah..bercahaya..
Yang memiliki suara yang halus, sekalipun ia tak pernah menggunakan suaranya untuk berkata yang tidak baik kepadaku, Allah..
Karna ia amat tahu bahwa perkataannya adalah do’a…
Allah..
Berikanlah ketenangan dalam hatinya..
Kedamaian pada jiwanya..
Balaslah semua kesabarannya dengan keridho’an-Mu..
Buatlah hatinya selalu dipenuhi oleh kecintaan pada-Mu..
Ketaatan pada-Mu..
Kerinduan pada-Mu..
Jauhkanlah ia dari perasaan gelisah, dari berburuk sangka terhadap ketetapan dan takdir-Mu dan berakhir ‘bosan’ dari meminta kepada-Mu di setiap sujudnya di sepertiga malam..
Jadikanlah berdoa kepada-Mu sebagai kegemarannya..
Hingga tak ada rasa letih untuk terus meminta kepada-Mu..
Allah..
Aku amat yakin.. sangat yakin..
Engkau selalu ada disaat ia mengadu kepada-Mu..
Engkau selalu mendengar semua doa dan pintanya..
Maka dari itu ya Allah, berilah ia keyakinan yang kuat.. bahwa Engkau tak pernah ‘absen’ melihat dan mendengar segala doa dan pintanya..
Allah..
Jika memang Engkau menunda pengabulan doa dan pintanya, berilah ia ke-istiqomahan dalam ketaatan kepada-Mu.. tak pernah ragu akan janji-Mu.. penuhilah hatinya dengan kerinduan kepada-Mu..
Yang berujung pada rumah bahkan istana yang indah yang dialiri sungai dibawahnya, di syurga-Mu..
Bertetangga dengan Ibunda Khadijah, atau Adinda Fathimah, atau para sahabiyah.. atau mungkin dengan para syuhada.. Atau dengan mereka semua..
Hingga ia merasakan kebahagiaan sejati, buah manis atas kesabarannya dalam meminta dan berdoa kepada-Mu..
Amin.. amin.. amin ya Rabbalalamin..
Ibu..
Aku putrimu, yang insya Allah akan terus mendoakanmu, sepanjang hidupku…
Boleh aku pinta satu permintaan yang aku harapkan akan segera dan pasti Engkau kabulkan?
Ah Allah.. bodohnya aku.. Engkau Sang Pengabul do’a.. mengapa aku hanya meminta satu permintaan?
Tapi Allah jika seandainya ‘jatah’ pengabulan doaku memang hanya 1 saja dalam berjuta-juta pinta dan doaku..
Apakah aku boleh memilih yang mana yang ingin segera dan pasti Kau kabulkan?
Allah..
Masihkah Kau dengarkan curhatku?
Aku terbata dalam doaku..
Allah.. jadikanlah tiap air mata yang menetes ini sebagai pelebur dosaku..
Allah..
Allah..
Aku terbata untuk mengucapkan satu pintaku ini..
Allah.. Allah.. Allah..
Allah..
Tolong.. curahkanlah.. selalu.. kasih sayang-Mu, kecintaan-Mu.. untuk..
Ibuku..
Ibuku..
Ibuku..
Allah.. sungguh.. berikanlah ia kesabaran tanpa batas..
Kuatkanlah hatinya.. teguhkanlah ia ya Rabb…
Tuliskanlah namanya dalam ‘lembar catatan’-Mu sebagai calon penghuni syurga-Mu..
Tuliskanlah namanya dengan jelas, NURAINI..
Yang memiliki mata yang indah..bercahaya..
Yang memiliki suara yang halus, sekalipun ia tak pernah menggunakan suaranya untuk berkata yang tidak baik kepadaku, Allah..
Karna ia amat tahu bahwa perkataannya adalah do’a…
Allah..
Berikanlah ketenangan dalam hatinya..
Kedamaian pada jiwanya..
Balaslah semua kesabarannya dengan keridho’an-Mu..
Buatlah hatinya selalu dipenuhi oleh kecintaan pada-Mu..
Ketaatan pada-Mu..
Kerinduan pada-Mu..
Jauhkanlah ia dari perasaan gelisah, dari berburuk sangka terhadap ketetapan dan takdir-Mu dan berakhir ‘bosan’ dari meminta kepada-Mu di setiap sujudnya di sepertiga malam..
Jadikanlah berdoa kepada-Mu sebagai kegemarannya..
Hingga tak ada rasa letih untuk terus meminta kepada-Mu..
Allah..
Aku amat yakin.. sangat yakin..
Engkau selalu ada disaat ia mengadu kepada-Mu..
Engkau selalu mendengar semua doa dan pintanya..
Maka dari itu ya Allah, berilah ia keyakinan yang kuat.. bahwa Engkau tak pernah ‘absen’ melihat dan mendengar segala doa dan pintanya..
Allah..
Jika memang Engkau menunda pengabulan doa dan pintanya, berilah ia ke-istiqomahan dalam ketaatan kepada-Mu.. tak pernah ragu akan janji-Mu.. penuhilah hatinya dengan kerinduan kepada-Mu..
Yang berujung pada rumah bahkan istana yang indah yang dialiri sungai dibawahnya, di syurga-Mu..
Bertetangga dengan Ibunda Khadijah, atau Adinda Fathimah, atau para sahabiyah.. atau mungkin dengan para syuhada.. Atau dengan mereka semua..
Hingga ia merasakan kebahagiaan sejati, buah manis atas kesabarannya dalam meminta dan berdoa kepada-Mu..
Amin.. amin.. amin ya Rabbalalamin..
Ibu..
Aku putrimu, yang insya Allah akan terus mendoakanmu, sepanjang hidupku…
Komentar
Posting Komentar
Silakan berkomentar :)